Edukasi

7 Cara Mengatasi Gangguan Konsentrasi pada Anak!

1
×

7 Cara Mengatasi Gangguan Konsentrasi pada Anak!

Sebarkan artikel ini
Mengatasi Gangguan Konsentrasi pada Anak (Freepik)
Mengatasi Gangguan Konsentrasi pada Anak (Freepik)

Amazenesia.com – Artikel ini berisi informasi tentang 7 cara menangani gangguan konsentrasi pada anak.

Gangguan konsentrasi pada dasarnya bukanlah sebuah penyakit namun merupakan gejala atau suatu manifestasi penyimpangan dalam perkembangan anak. Gangguan konsentrasi pada anak dapat dilihat dari kegagalan seorang anak dalam memberikan perhatian secara utuh terhadap sesuatu.

Gangguan konsentrasi pada anak seringkali disertai dengan gangguan lainnya seperti peningkatan gangguan emosi, agresif, gejala gerakan motorik berlebihan, hiperaktif serta gejala impulsif.

Peningkatan gangguan emosi dan perilaku agresif yang terlihat berupa anak yang suka membanting barang, melempar atau berguling-guling dilantai. Sulit untuk bekerja sama, suka menantang, keras kepala bahkan suka menyakiti diri sendiri.

Kemudian, untuk gejala gerakan motorik yang berlebihan seperti perilaku anak yang cenderung tidak bisa diam, berjalan kesana kemari bahkan memanjat-manjat, banyak berbicara dan menimbulkan suara berisik serta perasaan yang seringkali gelisah sehingga selalu meninggalkan tempat duduknya karena tidak mampu untuk duduk tenang.

Sementara untuk gejala impulsif berupa perilaku yang tidak sabar dan tidak dapat menunggu orang menyelesaikan pembicaraan. Anak akan menyela pembicaraan atau buru-buru menjawab sebelum pertanyaan selesai diajukan.

Lalu, bagaimana cara mengatasi gangguan konsentrasi pada anak?

Gangguan konsetrasi pada anak tentunya membutuhkan penanganan khusus agar dapat meminimalisir gejala. Ada banyak cara yang dapat dilakukan diantaranya adalah sebagai berikut :

  1. Penanganan secara khusus, dengan terapi nutrisi dan diet yaitu berupa keseimbangan diet karbohidrat, penanganan gangguan pencernaan, serta penanganan alergi makanan lainnya. Beberapa penelitian menyebutkan, setelah dilakukan eliminasi penyebab gangguan alergi makanan pada anak, ternyata didapatkan hasil peningkatan kemampuan konsentrasi anak.
  2. Membangun Kerjasama yang efektif antara guru dan orang tua. Pada saat anak mengalami gangguan konsentrasi belajar, orang tua atau guru tidak perlu membentak, memarahi dan mengucilkan anak karena pada dasarnya anak juga mengalami kesulitan dalam mengendalikan gejolak yang meledak-ledak, baik berupa ucapan, perilaku atau gerakan. Oleh sebab itu, orang tua dan guru harus memiliki kesabaran yang ekstra dalam kasus ini.
  3. Memperlakukan anak secara hangat dan sabar namun konsisten dan tegas dalam menerapkan aturan dan tugas. Minta anak agar menatap mata saat berbicara, berikan arahan dengan nada yang lembut tanpa harus membentak.
  4. Orang tua harus bisa mengenali bakat atau kecenderungan anak sejak dini sehingga orang tua dapat memberikan ruang gerak yang cukup bagi aktivitas anak dalam rangka menyalurkan kelebihan energinya tersebut. Misalnya, memasukkan anak pada klup sepakbola atau berenang agar anak dapat belajar bersosialisasi dan belajar untuk disiplin.
  5. Bantu anak untuk berkomunikasi dan bersosialisasi agar anak dapat mempelajari nilai-nilai yang dapat diterima dalam suatu kelompok.
  6. Memberikan pujian dan penghargaan atas sikap dan perilaku anak yang dinilai berhasil melakukan sesuatu dengan benar. Hal ini secara tidak langsung dapat meningkatkan kepercayaan diri pada anak.
  7. Konsisten dalam menerapkan aturan dan larangan agar anak memahami kenapa orang tua meminta anak untuk melakukan hal tersebut.

Demikianlah 7 cara yang dapat dilakukan dalam menangani gangguan konsentrasi pada anak. Semoga bermanfaat ***