Health

Gangguan Tidur, Sleep Spasm dan Sleep Eating yang Dialami Afgan, Bisakah Disembuhkan?

5
×

Gangguan Tidur, Sleep Spasm dan Sleep Eating yang Dialami Afgan, Bisakah Disembuhkan?

Sebarkan artikel ini
Gangguan Tidur, Sleep Spasm dan Sleep Eating (Amazenesia/Freepik)
Gangguan Tidur, Sleep Spasm dan Sleep Eating (Amazenesia/Freepik)

Amazenesia.com- Berikut informasi terbaru mengenai Gangguan Tidur Sleep Spasm dan Sleep Eating, yang Dialami Afgan.

Afgan, sosok penyanyi pop yang kerap menghipnotis pendengarnya dengan lagu-lagu romantisnya, kini menghadapi tantangan baru yang tidak biasa, gangguan tidur. Baru-baru ini, Afgan mengakui bahwa ia mengalami sleep spasm dan sleep eating, dua kondisi yang melibatkan gerakan otot dan perilaku makan saat tertidur.

Meskipun kebanyakan dari kita mungkin menganggap tidur sebagai pelarian dari hiruk-pikuk harian, bagi Afgan, tidur telah menjadi medan perjuangan yang penuh dengan sleep spasm yang tiba-tiba dan kegiatan makan tanpa sadar.

Meski telah berusaha menjalani berbagai cara, termasuk berolahraga, meditasi, dan minum susu hangat sebelum tidur, Afgan masih menghadapi kesulitan untuk meraih tidur yang nyenyak. Rasa kekhawatiran terhadap dampak sleep spasm dan sleep eating terhadap kesehatan dan karirnya sebagai penyanyi tampak membebani bintang pop ini.

Lalu, apa itu Sleep Spasm dan Sleep Eating?

Sleep Spasm atau juga disebut hypnic jerk atau myoclonus, adalah kejang atau kedutan otot yang terjadi secara tiba-tiba saat seseorang tertidur atau hampir tertidur.

Sleep spasm biasanya tidak berbahaya dan dapat dialami oleh siapa saja, tetapi jika terjadi terlalu sering atau mengganggu kualitas tidur, maka dapat menimbulkan masalah kesehatan seperti kelelahan, stres, dan depresi.

Sleep spasm dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti kecemasan, kafein, obat-obatan, atau gangguan saraf.

Sementara itu, Sleep Eating, atau juga disebut sleep-related eating disorder (SRED), adalah gangguan makan yang menyebabkan seseorang makan secara tidak sadar saat tidur.

Orang yang sleep eating biasanya tidak ingat apa yang mereka makan dan dapat memilih makanan yang tidak biasa atau bahkan berbahaya, seperti bahan kimia atau rokok.

Sleep eating dapat menyebabkan peningkatan berat badan, kerusakan gigi, cedera, atau penyakit kronis seperti diabetes dan penyakit jantung. Sleep eating dapat dipicu oleh obat-obatan, stres, depresi, atau gangguan tidur lainnya, seperti sleepwalking atau narkolepsi.