News

Hari Kesaktian Pancasila 2023 : Sejarah hingga Implementasi Nilai Pancasila

4
×

Hari Kesaktian Pancasila 2023 : Sejarah hingga Implementasi Nilai Pancasila

Sebarkan artikel ini
Hari Kesaktian Pancasila 2023 (Canva/Amazenesia)
Hari Kesaktian Pancasila 2023 (Canva/Amazenesia)

Amazenesia.com – Berikut informasi mengenai Hari Kesaktian Pancasila 2023 berupa sejarah hingga implementasi nilai Pancasila di Masyarakat.

Hari Kesaktian Pancasila adalah salah satu peringatan penting di Indonesia yang memiliki makna mendalam dalam sejarah dan ideologi negara.

Diperingati setiap tanggal 1 Oktober, momentum ini mengingatkan akan kekuatan dan tekad dari ideologi Pancasila sebagai dasar negara dan landasan bersatunya bangsa Indonesia.

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila bertujuan untuk mengingatkan masyarakat akan pentingnya menjaga dan mempertahankan Pancasila sebagai ideologi negara Indonesia.

Pancasila, sebagai falsafah hidup bangsa, menjadi tonggak yang mengikat keberagaman dan persatuan bangsa Indonesia.

Hari Kesaktian Pancasila adalah peringatan yang mengingatkan kita akan pentingnya ideologi Pancasila dalam mempersatukan dan membentuk identitas bangsa. Pancasila bukan hanya sebuah lambang, tetapi juga jiwa dari negara Kesatuan Republik Indonesia.

Sejarah Peringatan Hari Kesaktian Pancasila

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila ditetapkan oleh Presiden Soeharto pada 1 Oktober 1966 untuk mengenang peristiwa G30S/PKI (Gerakan 30 September/Partai Komunis Indonesia).

Pada tanggal 1 Oktober 1965, enam Jenderal Indonesia dan beberapa perwira militer tewas dalam situasi yang menggemparkan bangsa. Peristiwa inilah yang memicu lahirnya Orde Baru dan penegakan kembali Pancasila sebagai ideologi negara.

Makna dan Prinsip Pancasila

Pancasila sebagai dasar negara Indonesia terdiri dari lima sila, yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, dan Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia.

Ketuhanan Yang Maha Esa: Mengajarkan rasa ketaatan dan kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, tanpa membedakan agama. Sila ini juga bermakna bahwa semua warga negara Indonesia bebas memeluk agamanya masing-masing.

Kemanusiaan yang Adil dan Beradab: Menghormati martabat manusia, menjunjung tinggi keadilan, dan membangun masyarakat yang adil dan makmur.