HealthLifestyle

Pola Makan dan Kesehatan Mental : Pengaruh hingga Panduan Memilih Pola Makan

1
×

Pola Makan dan Kesehatan Mental : Pengaruh hingga Panduan Memilih Pola Makan

Sebarkan artikel ini
Pola Makan dan Kesehatan Mental (Amazenesia/Freepik)
Pola Makan dan Kesehatan Mental (Amazenesia/Freepik)

Amazenesia.com – Berikut informasi mengenai pola makan dan kesehatan mental berupa pengaruh hingga panduan dalam memilih pola makan yang mendukung kesehatan mental.

Kesehatan mental adalah aspek penting dalam menjalani kehidupan yang bahagia dan produktif. Selain faktor-faktor psikologis dan lingkungan, pola makan juga memiliki dampak signifikan pada kesehatan mental.

Lalu, bagaimana pola makan berpengaruh pada kesehatan mental? Berikut penjelasannya.

  1. Pengaruh Mikrobiota Usus

Mikrobiota usus adalah kumpulan bakteri dan mikroorganisme yang hidup di dalam usus. Penelitian telah menunjukkan bahwa keseimbangan mikrobiota usus yang sehat berkaitan erat dengan kesehatan mental. Pola makan yang buruk, terutama yang kaya akan makanan olahan dan gula, dapat merusak keseimbangan mikrobiota usus dan berkontribusi pada gangguan kejiwaan seperti depresi dan kecemasan.

  1. Korelasi antara Nutrisi dan Peradangan

Nutrisi yang baik dapat mengurangi risiko peradangan kronis di seluruh tubuh. Peradangan kronis telah terkait dengan banyaknya gangguan kesehatan mental, termasuk depresi dan gangguan kecemasan. Pola makan tinggi antioksidan, seperti yang ditemukan dalam sayuran, buah-buahan, dan makanan berlemak sehat, dapat membantu mengurangi peradangan dan mendukung kesehatan mental.

  1. Dampak Gula pada Kesehatan Mental

Konsumsi gula berlebih dapat berdampak negatif pada kesehatan mental. Kebanyakan makanan yang tinggi gula memiliki indeks glikemik tinggi, yang dapat menyebabkan fluktuasi gula darah. Ini dapat mempengaruhi suasana hati dan energi, menyebabkan perasaan gelisah dan depresi.

  1. Pentingnya Asam Lemak Omega-3

Asam lemak omega-3 adalah nutrisi yang penting bagi kesehatan otak karena membantu dalam pembentukan sel-sel otak dan transmisi neurotransmiter. Kekurangan asam lemak omega-3 telah dikaitkan dengan risiko lebih tinggi mengalami gangguan kejiwaan seperti depresi.

  1. Serotonin dan Tryptophan

Serotonin adalah neurotransmiter yang memainkan peran penting dalam regulasi suasana hati dan tidur. Tryptophan, sejenis asam amino, diperlukan untuk produksi serotonin. Pola makan yang rendah akan tryptophan dapat memengaruhi produksi serotonin dan mempengaruhi kesehatan mental.