Lifestyle

Post Holiday Blues, Apa dan Bagaimana Cara Mengatasinya?

1
×

Post Holiday Blues, Apa dan Bagaimana Cara Mengatasinya?

Sebarkan artikel ini
Post Holiday Blues (Amazenesia/Freepik)
Post Holiday Blues (Amazenesia/Freepik)

Amazenesia.com- Berikut informasi mengenai Post Holiday Blues, dari Definisi hingga Cara Mengatasi.

Perayaan Natal dan Tahun Baru yang menjadi momen libur panjang menjadi kesempatan bagi kebanyakan orang untuk mendapatkan waktu jeda sejenak dari berbagai kegiatan yang melelahkan. Namun, setelah merayakan liburan yang menyenangkan dan penuh kegembiraan, kenyataan seringkali menyergap saat diharuskan untuk kembali ke rutinitas sehari-hari.

Perasaan yang muncul, yang sering disebut sebagai “Post-Holiday Blues” atau kelesuan pasca-liburan, yang dapat memberikan tantangan psikologis bagi banyak orang. Post-Holiday Blues merujuk pada perasaan kesedihan, kelesuan, atau kecemasan yang muncul setelah kembali dari liburan.

Meskipun liburan diharapkan sebagai momen penyegaran dan kebahagiaan, perasaan ini muncul ketika kita harus beradaptasi kembali dengan tuntutan dan tekanan kehidupan sehari-hari. Hal ini secara tidak langsung dapat memengaruhi berbagai aspek kehidupan, termasuk kesejahteraan emosional, produktivitas, dan motivasi.

Penyebab Post-Holiday Blues

  • Perubahan Lingkungan

Saat liburan, kita sering berada di lingkungan yang berbeda, yang penuh dengan kegembiraan dan kebebasan. Kembali ke rutinitas yang dikenal bisa menjadi kontras yang mengecewakan.

  • Perubahan Aktivitas

Liburan seringkali diisi dengan kegiatan menyenangkan dan santai. Kembali bekerja atau melakukan rutinitas harian dapat menghasilkan perasaan monoton dan kurangnya kegembiraan.

  • Perubahan Waktu

Perbedaan zona waktu saat bepergian atau liburan dapat memengaruhi siklus tidur dan kebiasaan harian. Kembali ke zona waktu asli dapat menciptakan gangguan tidur dan kelelahan.

  • Tekanan Kerja

Peningkatan beban kerja atau tugas yang menumpuk selama kita absen dapat menciptakan stres dan kecemasan saat kembali bekerja.

  • Ekspektasi yang Tidak Realistis

Ekspektasi yang tinggi selama liburan, seperti harapan bahwa semuanya akan menjadi sempurna, dapat menyebabkan kekecewaan saat kembali ke kenyataan.